Kamis, 02 Februari 2017

Cara mudah lapor pajak (SPT Tahunan Karyawan)



Wah gak kerasa udah masuk bulan Februari nih, berhubung sebentar lagi udah bulan Maret which is deadline pelaporan SPT Orang Pribadi jatuh di tanggal 30 Maret (jika lapor lewat dari jatuh tempo akan dikenakan denda Rp. 100.000) saya akan membahas secara singkat mengenai tatacara lapor SPT. Btw, tatacara lapor SPT disini saya batasi hanya untuk pegawai yang menerima penghasilan dari satu pemberi kerja saja a.k.a karyawan. 

“Gimana sih cara lapor SPT?” mungkin pertanyaan itu yang terlintas dipikiran untuk sebagian orang yang gak pernah lapor SPT, seringnya sih anak-anak fresh graduate yang baru masuk kerja lalu diakhir tahun dapet Bukti Potong PPh 21 dari perusahaan. Kemudian bingung apaan nih bukti potong? buat diapain nih? nah bukti potong atau yang biasa disebut 1721-A1 itu sebenernya adalah modal dasar kita untuk mengisi SPT. “Trus ngisi SPT nya gimana?” Sebelum saya jelasin cara mengisi dan tata cara penyampaiannya pertama-tama yang perlu diperhatikan adalah gak semua orang wajib lapor SPT.  Menurut PMK nomor 243/PMK.03/2014 Pasal 18 (2) Wajib Pajak orang pribadi yang dalam satu Tahun Pajak yang menerima atau memperoleh penghasilan neto tidak melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak  (PTKP) dikecualikan dari kewajiban menyampaikan SPT.  Berikut besarnya PTKP setahun :


 
 
Silahkan cek bukti potong 1721-A1 pada baris nomor 16 (Penghasilan Kena Pajak Setahun/Disetahunkan), jika hasilnya 0 (nihil) maka gak usah repot-repot lapor SPT tapi kalo ada yang keranjingan dan tetep pengen lapor gak ada larangannya juga kok.


Cara Lapor SPT Tahunan Orang Pribadi

Ada 3 cara untuk lapor SPT Tahunan diantaranya:
  1.  Disampaikan secara langsung (ke KPP,  pojok pajak, mobil pajak, atau tempat khusus) 
  2.  Dikirim via pos/jasa ekspedisi ke KPP
  3.  Saluran lain diantaranya E-Filling


Untuk penyampaian SPT point 1 dan 2 diatas gak akan saya bahas karna sebagai generasi milenial yang tumbuh di era perkembangan teknologi (ceileh) rasanya udah bukan jamannya lagi lapor pake cara manual, untuk itu saya hanya akan membahas cara penyampaian SPT point nomor 3 yaitu dengan e-filling. Apa itu e-filling? E-filling singkatnya adalah media penyampaian SPT secara online. E-filling dapat diakses di halaman efiling.pajak.go.id



Daftar E-Filling


Buat yang belum pernah menggunakan e-filling diwajibkan untuk sign up terlebih dahulu. Don’t worry, cara sign up nya sangat simple. 

1. Efin


First of all, untuk daftar e-filling kita terlebih dahulu harus memperoleh e-fin. E-fin adalah nomor identitas yang diberikan KPP yang nantinya akan dimasukan pada waktu mendaftar e-filling. Cara memperoleh e-fin gampang aja, tinggal ke KPP terdekat isi formulir permohonan e-fin (sudah disediakan di setiap KPP) jangan lupa membawa fotokopi KTP dan NPWP sebagai lampirannya. E-fin akan diberikan oleh KPP satu hari kerja alias langsung jadi.
“Yailah sama aja dong ujung-ujugnya harus ke KPP?” Iya, untuk pertama kali memang harus datang ke KPP namun untuk selanjutnya tidak perlu lagi karna ketika sudah terdaftar maka e-fin tidak diperlukan lagi.
Sayangnya sih DJP belum menyediakan fasilitas permohonan efin secara online, heran juga sih padahal permohonan NPWP Orang Pribadi saja sekarang sudah bisa online.

2. Sign Up

Setelah memperoleh efin, segera lakukan registrasi disini paling lama 30 hari kalender sejak diterbitkannya e-FIN. Berikut langkahnya:




 

1.      Masuk ke situs ini
       




 


2.      Klik daftar disini, lalu akan muncul window sbb:

     


    Isi NPWP tanpa tanda titik (.) dan dash (-), E-fin dan captcha lalu klik verifikasi. Selanjutnya nama akan muncul secara otomatis. Kemudian isi Email, Nomor Handphone (diawali dengan kode negara, contoh 62812345678910), Password, Konfirmasi Password lalu klik Simpan. Hati-hati ya pada saat pengisian alamat email, jangan sampai salah huruf dan pastikan email tersebut aktif. Karna setelah daftar, DJP akan mengirimkan link aktivasi ke email yang telah dimasukan. 

3.   Aktivasi akun
     Setelah tahapan diatas selesai, monggo cek email lalu klik link aktivasi yang dikirimkan oleh DJP.
   
                  
                
             Jika aktivasi BERHASIL maka akan muncul pemberitahuan seperti 
             di bawah ini:
            
                  
           
Klik OK dan tadaaaaaa akun sudah berhasil dibuat selanjutnya silahkan Log In.






Isi SPT via E-filling




Walaupun udah pernah ngisi SPT via E-filling sebelumnya kadang-kadang masih banyak orang yang lupa cara ngisinya maklum lah untuk pengisian SPT kan satu tahun sekali, dijelasin sekarang tahun depan udah lupa lagi. Okay, sekarang masuk kebagian inti.

1. Log in
Log in dengan menggunakan NPWP dan password, setelah log in berhasil klik gambar e-filling  sehingga muncul tampilan berikut :

     
2. Buat SPT
Klik buat SPT seperti yang ditunjukan pada gambar di atas, setelahnya akan muncul beberapa pertanyaan sebagai berikut:


Isi pertanyaan tersebut dengan keadaan yang sebenarnya, dalam contoh pengisian SPT disini memakai contoh karyawan yang  tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas, tidak pisah harta dengan suami/istri dan penghasilan bruto dalam setahun lebih dari Rp. 60 juta (SPT 1770 S) dengan menggunakan formulir.

Langkah 1/5


 

 Isi tahun pajak, status spt normal jika tidak ada pembetulan, kemudian klik langkah berikutnya.

Langkah 2/5

 

Bagian A :  Penghasilan yang dikenakan PPh Final dan/atau bersifat final      
Contoh penghasilan yang dikenakan PPh Final diantaranya penghasilan bunga deposito, hadiah undian, persewaan dan penjualan tanah dan bangunan termasuk penghasilan isteri dari satu pemberi kerja dll. Sebagai informasi, sistem administrasi perpajakan di Indonesia menempatkan keluarga sebagai satu kesatuan ekonomis, bahwa penghasilan dan kerugian istrinya juga nanti digabungkan dengan penghasilan suaminya, sehingga dalam satu keluarga hanya terdapat satu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yaitu NPWP suami, dalam arti istri ikut NPWP suami (nebeng NPWP suami). Jadi pada SPT suami atas penghasilan isteri dari kantornya akan dimasukan di bagian A disini.

Bagian B: Harta pada akhir tahun
Diisi dengan nilai perolehan harta yang dimiliki pada akhir tahun (per 31 Desember tahun yang bersangkutan) misalnya tanah, rumah, mobil dll.. Saya pribadi biasanya untuk harta yang nilainya gak material gak saya cantumin misalnya hp atau laptop (karna kalo dijualpun nilainya paling ratusan ribu aja :D) Oia, untuk yang kemarin sudah ikut tax amnesty jangan lupa harta yang baru dideclare dicantumkan juga disini, sama hal nya dengan kewajiban atau utang.

Bagian C: Kewajiban/Utang pada akhir tahun
Diisi dengan nilai kewajiban/utang yang ada pada akhir tahun (sisa pinjaman per 31 Desember tahun yang bersangkutan) 

Bagian D: Daftar Susunan Anggota Keluarga
Diisi dengan anggota keluarga yang menjadi tanggungan sepenuhnya sesuai dengan kondisi awal tahun pajak (per 1 Januari tahun yang bersangkutan ) artinya jika ada anak yang baru lahir di tanggal 1 februari maka anak tersebut tidak dapat dijadikan tanggungan, namun di tahun pelaporan SPT selanjutnya baru dapat didaftarkan sebagai tanggungan. FYI, untuk wanita kawin anak tidak dapat menjadi tanggungannya (TK/0) karna untuk tanggungan anak tersebut hanya akan dicantumkan pada SPT suami.

Langkah 3/5



Bagian A (Penghasilan Neto Dalam Negeri Lainnya (Tidak Termasuk Penghasilan Dikenakan PPh Final dan/atau Bersifat Final) dan Bagian B (Penghasilan yang tidak termasuk Objek Pajak) Silahkan diisi jika ada petunjuk pengisiannya ada dikolom sebelah kiri, lalu untuk Bagian C (Daftar Pemotongan/Pemungutan PPh Oleh Pihak Lain) diisi dari bukti potong PPh 21 (1721-A1) yang telah kita terima dari perusahaan contoh pengisiannya bisa dilihat dibawah ini :





Jenis pajak diisi Pasal 21, untuk NPWP pemotong, nama pemotong, nomor bukti potong, tanggal bukti potong dan jumlah PPh yang dipotong silahkan diisi sesuai dengan yang ada pada bukti potong. Untuk contoh pengisian diatas menggunakan bukti potong sbb :




Langkah 4/5

Untuk bagian ini basiclly tinggal nyalin doang dari bukti potong. Pengisian Induk dibawah ini mengikuti contoh bukti potong sebelumnya dan bagian yg saya highlight merah adalah bagian yang dipindahkan.



















Langkah 5/5




Terakhir  klik ambil kode verifikasi disini, kode verifikasi akan dikirimkan melalui HP/email lalu copy dan paste kode verifikasi yang didapatkan pada kolom yang disediakan kemudian klik Kirim SPT. Bukti lapor akan dikirimkan ke email contohnya kayak gini :





Semoga bermanfaat!